More

    Ahmad Hassoun: Kisah Mufti Assad, Mendukung Kekejian Rezim Syiah Suriah

    (Arrahmah.id) — Ahmad Badruddin Hassoun merupakan Mufti Agung Republik Arab Suriah pada masa pemerintahan presiden terguling Bashar Assad. Ia dikenal sebagai pendukung rezim Assad, kerap menyerang para penentang pemerintah dan pengungsi yang melarikan diri dari Suriah, serta menyerukan perang melawan para pemberontak dan membela penggunaan bom barel. Karena itu, para penentang Assad menjulukinya sebagai “Mufti Bom Barel”.

    Ahmad Hassoun ditangkap pada 2025 ketika berusaha meninggalkan negara tersebut. Ia didakwa melakukan hasutan untuk membunuh serta terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sidang peradilannya dimulai pada Kamis, 25 Juni 2026, di gedung pengadilan di Damaskus.

    Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga di Indonesia memberinya gelar doktor kehormatan sebagai penghargaan atas pidatonya di Parlemen Eropa pada 2008.

    Hassoun juga membenarkan pemboman terhadap warga sipil di Aleppo oleh pemerintah Suriah dan menyebut operasi militer rezim sebagai “pembebasan.”

    Pada Maret 2025, otoritas Suriah menangkap Ahmad Hassoun di Bandara Internasional Damaskus ketika ia berusaha meninggalkan negara tersebut. Penangkapan dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan yang dikeluarkan kejaksaan.

    Hakim Pengadilan Pidana Keempat membacakan dakwaan terhadap Hassoun yang mencakup hasutan untuk membunuh, keterlibatan dalam kejahatan perang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Tinggalkan Balasan

    New video

    Populer video

    Recommendation video

    Eksplorasi konten lain dari Arrahmah Video

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca