GAZA (Arrahmah.id) – Video yang diklaim menunjukkan anak-anak Palestina menonton kartun yang mengagungkan “terorisme” di sebuah pusat perbelanjaan di Ramallah, Tepi Barat, ternyata berasal dari Karachi, Pakistan. Hasil verifikasi unit sumber terbuka Al Jazeera yang diterbitkan pada Ahad (18/10/2026) membantah klaim yang disebarkan sejumlah akun ‘Israel’ tersebut.
Video itu viral setelah diunggah pada 14 Oktober oleh akun Telegram berbahasa Ibrani bernama Melekh HaShkhuna, yang disebut kerap menyebarkan konten anti-Palestina. Sejumlah akun kemudian menggunakan rekaman tersebut untuk menuduh Otoritas Palestina mengajarkan paham ekstrem kepada anak-anak.
Namun, penelusuran gambar terbalik dan perbandingan visual menunjukkan bahwa video tersebut direkam di Lucky One Mall, Karachi. Rekaman itu memperlihatkan acara peluncuran serial animasi anak-anak berjudul Yahya: Lion of Al-Aqsa, yang diproduksi Everest Digital Works dan diputar perdana pada 7 Oktober 2026.
Al Jazeera juga menemukan adegan yang sama dalam episode asli serial tersebut di YouTube. Serial itu, menurut perusahaan pembuatnya, mengangkat tema keberanian, persahabatan, harapan, Masjid Al-Aqsha, dan identitas Palestina.
Sebelum fakta lokasi terungkap, sejumlah tokoh dan akun ‘Israel’, termasuk mantan perwira militer Morris Hirsch dan aktivis Yoseph Haddad, menggunakan video tersebut untuk menuduh warga Palestina menanamkan paham “terorisme” kepada anak-anak. Pusat media JSR yang berafiliasi dengan Dewan Permukiman ‘Israel’ juga menuding Otoritas Palestina mendorong penghasutan.
Al Jazeera menilai penyebaran klaim tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kampanye terhadap Otoritas Palestina. Sebelumnya, Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran jika pasukan keamanan Otoritas Palestina menyerang tentara atau pemukim ‘Israel’ di Tepi Barat. (zarahamala/arrahmah.id)

0 Komentar