Dalam agama Yahudi, Yesus dari Nazareth tidak diakui sebagai Mesias (Almasih) maupun Anak Tuhan.
Yudaisme memegang prinsip monoteisme mutlak (Shema). Tuhan itu Esa, tidak berwujud fisik, dan tidak memiliki anak atau partner.
Menurut tradisi Yahudi, Yesus tidak memenuhi nubuat para nabi dalam Alkitab Ibrani (Tanakh) mengenai kedatangan Mesias, seperti membawa kedamaian dunia yang abadi dan mengumpulkan kembali bangsa Israel.
Klaim bahwa seseorang adalah Anak Tuhan atau bagian dari ketuhanan dianggap bertentangan langsung dengan ajaran dasar Yahudi.
Dalam literatur tradisional seperti Talmud, Yesus tidak dianggap sebagai nabi atau juru selamat, melainkan tokoh yang ajarannya ditolak oleh para pemimpin agama Yahudi pada masa itu.
