Kelompok Peretas Handala Rilis Video yang Diklaim Direkam di Dalam Pangkalan Militer ‘Israel’

1 x ditonton #Berita #Internasional

TEL AVIV (Arrahmah.id) – Kelompok peretas Handala merilis sejumlah foto dan video pada Rabu (21/10/2026) yang diklaim direkam di dalam pangkalan militer ‘Israel’. Kelompok tersebut mengaku telah menyusup ke sejumlah fasilitas militer dan menyatakan anggotanya masih memiliki akses ke bagian-bagian tertentu dari sistem militer ‘Israel’.

Menurut Al Araby, Handala mengklaim akses tersebut mencakup ruang pertemuan, markas komando, hingga area di sekitar para komandan senior ‘Israel’.

Materi yang dirilis memperlihatkan sebuah kamp militer yang tampak dikelilingi tanggul tanah tinggi dan dilindungi jaring penutup. Militer ‘Israel’ diketahui menggunakan perlindungan semacam itu untuk menyamarkan posisi militernya dari serangan drone Hizbullah.

Rekaman lainnya memperlihatkan kendaraan militer, kontainer, serta bangunan yang tampaknya digunakan sebagai tempat tinggal sementara tentara dan fasilitas penyimpanan senjata.

Sejumlah klip juga menampilkan bagian dalam kendaraan militer dan bus pengangkut tentara, disertai gambar dari luar sebuah posisi militer.

Handala menyatakan materi tersebut dikumpulkan selama perang-perang yang berlangsung belakangan ini. Dalam pernyataannya, kelompok itu menggambarkan publikasi tersebut sebagai bukti bahwa mereka masih memiliki akses ke lingkungan militer ‘Israel’, bukan sekadar keberhasilan operasi yang telah berakhir.

Salah satu video memperlihatkan sejumlah tentara duduk di depan layar yang menayangkan serial animasi SpongeBob SquarePants. Mereka tampak berada di ruang bersama dengan atap berbahan logam.

Handala menyertai rekaman itu dengan keterangan bernada mengejek, menyebut para tentara sedang menonton kartun di “pangkalan militer terbersih di dunia”. Kelompok tersebut juga mengajak pengikutnya menyaksikan klip lain yang diklaim memuat adegan-adegan memalukan bagi militer ‘Israel’.

Dalam pesannya kepada militer ‘Israel’, Handala mengklaim anggotanya bergerak “di tengah barisan kalian, di ruang pertemuan dan markas komando, bahkan di dekat para komandan senior”.

Kelompok tersebut juga mengejek sistem kamera, sensor, dan keamanan militer ‘Israel’. Mereka mempertanyakan klaim mengenai keunggulan militer ‘Israel’ yang sulit ditembus, dengan merujuk pada penyusupan yang mereka klaim telah dilakukan.

Secara terpisah, media ‘Israel’ Walla melaporkan bahwa Handala mengklaim sejumlah anggotanya masih berada di dalam sistem militer ‘Israel’.

Materi tersebut dipublikasikan melalui kanal Telegram Handala. Namun, klaim mengenai keberhasilan penyusupan dan keberlanjutan akses kelompok tersebut belum dapat dipastikan secara independen berdasarkan informasi yang tersedia.

Kirim Pesan Ancaman kepada Netanyahu Jelang Pemilu

Handala juga mengarahkan pesan bernada ancaman kepada Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu. Kelompok itu menyinggung peristiwa 7 Oktober dan menyatakan bahwa militer ‘Israel’ tidak akan pernah lagi bisa tidur dengan tenang.

Publikasi tersebut muncul enam hari menjelang pemilihan umum ‘Israel’ yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Menurut Walla, Handala secara eksplisit mengaitkan publikasi itu dengan kampanye pemilu ‘Israel’, termasuk menggunakan tagar HandalaAndTheElection dalam pernyataannya.

Media tersebut juga melaporkan bahwa Kepala Staf Militer ‘Israel’ Eyal Zamir telah meningkatkan tingkat kesiagaan militer pada awal pekan menjelang hari pemungutan suara.

Rilis terbaru ini menyusul sejumlah pengumuman Handala sebelumnya mengenai dugaan akses terhadap komunikasi personel keamanan ‘Israel’ dan perangkat milik tokoh politik senior.

Pada 19 September, kelompok tersebut mengumumkan telah meretas ponsel ratusan orang yang memiliki keterkaitan dengan aparat keamanan ‘Israel’. Saat itu, Handala menyebut operasi tersebut hanya sebagian kecil dari aktivitasnya dan mempertanyakan keandalan sistem perlindungan siber di Washington dan Tel Aviv.

Handala sebelumnya juga mengklaim telah meretas ponsel pribadi kepala kantor Netanyahu serta menargetkan ponsel mantan Perdana Menteri ‘Israel’ Naftali Bennett dalam operasi yang mereka sebut “Octopus”. (zarahamala/arrahmah.id)

0 Komentar

Tambahkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *