Serangan di Hebron Dijadikan Dalih, ‘Israel’ Hancurkan Rumah dan Usir Warga Palestina

4 x ditonton #Berita #Internasional

HEBRON (Arrahmah.id) – Sebuah keluarga Palestina duduk berselimut kesedihan di atas reruntuhan rumah mereka di kawasan Farsh al-Hawa, sebelah utara Hebron, Tepi Barat yang diduduki. Rumah mereka dihancurkan pasukan pendudukan ‘Israel’ dalam rangkaian tindakan yang disebut sebagai hukuman kolektif terhadap warga Palestina.

Dilansir Al Jazeera, Senin (26/10/2026), rangkaian tindakan tersebut menyusul serangan bersenjata yang dilakukan dua pemuda Palestina di pos pemeriksaan militer Farsh al-Hawa, pintu masuk barat Kota Hebron, pada Jumat (23/10/2026) lalu.

Menurut sumber resmi, serangan itu menewaskan dua tentara ‘Israel’ dan melukai tiga lainnya. Kedua pelaku serangan juga dilaporkan gugur.

Setelah insiden tersebut, otoritas ‘Israel’ memberlakukan serangkaian tindakan terhadap warga sipil. Pada Sabtu (24/10/2026), pasukan pendudukan memaksa puluhan keluarga Palestina meninggalkan rumah mereka di kawasan Al-Jilda dan Ain Deir Baha, Hebron.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tentara ‘Israel’ terdengar menyampaikan pesan provokatif melalui pengeras suara kepada warga, dengan mengatakan, “Kemas barang-barang kalian, kami sudah menyiapkan pengusiran untuk kalian.”

Tindakan tersebut memaksa sekitar 250 keluarga dari kawasan Farsh al-Hawa dan Abu Qteila meninggalkan rumah mereka. Di tengah penjagaan ketat, warga dilarang membawa kendaraan dan sebagian besar barang milik mereka. Setiap keluarga hanya diizinkan membawa satu tas berisi pakaian.

Sejumlah pegiat hak asasi manusia dan pengamat menilai tindakan tersebut sebagai pengusiran paksa yang terorganisasi, yang merampas kebutuhan dasar warga sipil.

Media sosial pun ramai menyoroti nasib keluarga Palestina yang kehilangan tempat tinggal. Salah satu video yang banyak dibagikan memperlihatkan sebuah keluarga duduk di atas puing-puing rumah mereka setelah bangunan itu dihancurkan buldoser ‘Israel’.

Sejumlah warganet menyampaikan solidaritas kepada keluarga tersebut. Mereka menegaskan bahwa penghancuran rumah tidak akan berhasil mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka dan menekankan pentingnya keteguhan menghadapi pendudukan.

Warganet lainnya menggambarkan situasi di Hebron sebagai pemandangan yang mengerikan. Penghancuran kawasan permukiman dan pengusiran ratusan keluarga ke jalanan mengingatkan mereka pada kehancuran dan pengungsian yang dialami warga Jalur Gaza.

Di sisi lain, sejumlah pengamat mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam narasi ‘Israel’ yang menjadikan serangan bersenjata tersebut sebagai alasan untuk membenarkan penghancuran toko-toko dan bangunan di Farsh al-Hawa.

Menurut mereka, penghancuran bangunan di Tepi Barat telah berulang kali dilakukan dengan berbagai dalih, mulai dari pembangunan tanpa izin, pembukaan jalan bagi pemukim ‘Israel’, hingga pendirian zona penyangga. Mereka menilai pendudukan dan kebijakan permukiman ‘Israel’ sebagai akar persoalan tersebut.

Penulis dan analis Iyad al-Qarra juga mengkritik pihak-pihak yang menyalahkan perlawanan Palestina dan menuduhnya memprovokasi pihak yang ia ibaratkan sebagai singa. Ia menolak anggapan bahwa korban harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan oleh pihak yang menduduki wilayahnya.

Al-Qarra menjelaskan bahwa buldoser ‘Israel’ telah menghancurkan rumah-rumah di sekitar pos pemeriksaan Farsh al-Hawa beberapa hari sebelum serangan terjadi.

“Memangnya singa itu benar-benar sedang tidur? Ada 925 pos pemeriksaan dan penghalang yang mencekik Tepi Barat, 57 pos permukiman pertanian baru didirikan dalam tujuh bulan pertama 2026, sementara serangan pemukim terus berlangsung tanpa henti,” ujarnya.

Ia menutup komentarnya dengan mempertanyakan logika pihak-pihak yang membenarkan tindakan ‘Israel’.

“Logika macam apa yang melihat taring singa tertancap di tubuh korban, tetapi justru menyalahkan korban karena bergerak? Singa itu tidak sedang tidur. Tragisnya, sebagian penonton justru meminta korban tetap diam agar tidak mengganggu saat dirinya sedang dimangsa,” kata Al-Qarra. (zarahamala/arrahmah.id)

0 Komentar

Tambahkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *