Demo “Gen Z” Jerman Berujung Rusuh, Toko Senjata di Frankfurt Dijarah

3 x ditonton #Berita #Internasional

FRANKFURT (Arrahmah.id) — Demonstrasi pemuda “GenZ regelt!” pada Sabtu (31/10/2026) berujung kerusuhan di Frankfurt, Berlin, Hamburg, dan Köln. Perusuh bertopeng menjarah beberapa toko di Frankfurt, termasuk sebuah toko senjata, dan polisi memakai meriam air. Aksi pada siang hari berlangsung damai, dan polisi menyebut perusuh menyusup di antara pengunjuk rasa.

Dilansir AFP (1/11), massa muda memadati sejumlah kota Jerman, dan ketegangan meningkat malam hari saat sebagian kelompok menolak bubar. Kekerasan terburuk terjadi di Frankfurt, tempat pengunjuk rasa melempar batu, kembang api, dan bom molotov, sementara polisi membalas dengan meriam air dan semprotan merica. Jendela toko senjata itu dipecahkan, polisi menangkap satu tersangka dan menyita dua senjata.

Harian Bild menyebut toko sepatu dan toko parfum juga menjadi sasaran. Lebih dari 1.000 polisi, termasuk unit khusus, kendaraan lapis baja, dan helikopter, dikerahkan di Frankfurt, dan jalan Zeil dipenuhi pecahan kaca. Polisi Frankfurt menyebut situasi itu “kerusuhan kekerasan”.

Aksi itu terinspirasi gerakan serupa di Prancis dan Italia yang menuntut elite politik mendengar kekhawatiran generasi muda. Aksi sebagian besar damai pada siang hari. Di Berlin, 27 petugas mengalami luka ringan dan hampir 60 orang ditangkap, menurut polisi setempat. Di Hamburg, perusuh membuat barikade api dan menyerang petugas dengan batu, botol, dan kembang api.

Juru bicara polisi Hamburg mengatakan pembuat onar membaur dengan pengunjuk rasa damai untuk sengaja memprovokasi dan melakukan tindak pidana. Polisi Köln menyatakan serangan dilakukan terhadap petugas darurat setelah pertemuan, dan polisi memakai meriam air. Kepala Polisi Köln, Johannes Hermanns, menyebut aksi damai pemuda dimanfaatkan kelompok ekstremis, menurut laporan AFU.

Jumlah total penangkapan belum diumumkan. NDR melaporkan 120 orang ditangkap di Hamburg, menurut AFU. Penyelenggara aksi belum saya temukan menanggapi kekerasan itu. (hanoum/arrahmah.id)

0 Komentar

Tambahkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *